Metode Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan sesuatu objek dengan
sistematika fenomena yang diselidiki. Dalam arti yang luas observasi
sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan baik
secara langsung ataupun tidak langsung. Observasi dapat dilakukan sesaat
ataupun mungkin dapat diulang. Oleh sebab itu observasi hendaknya
dilakukan oleh orang yang tepat. Dalam observasi melibatkan 2 komponen
yaitu si pelaku observasi yang lebih dikenal sebagai observer dan objek
yang di observasi yang dikenal sebagai observee.
Jenis-jenis Observasi
• Jenis Observasi Berdasarkan atas Cara Pengamatan
a) Observasi terstruktur
Penelitian diarahkan pada pemusatan perhatian pada tingkah laku tertentu
sehingga dapat disusun pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus
diamati. Dalam metode observasi terstruktur dapat dilakukan perhitungan
kejadian yang berkaitan dengan tingkah laku tersebut, disusun tabulasi
atas tingkah laku tersebut dan pengelompokan dalam konsep-konsep yang
sudah disediakan atau dengan menggunakan skala peringkat.
Contoh : Penelitian tentang pengembalian Orang Hutan pada habitatnya.
b) Observasi tak terstruktur
Dalam hal ini peneliti tidak mempersiapkan catatan tentangtingkah laku
tertentu apa saja yang harus diamati. Peneliti mengamati arus peristiwa
dan mencatatnya atau meringkasnya untuk kemudian di analisis.
Observasi tak terstruktur biasanya berkaitan dengan observasi
partisipan. Pencatatan dilakukan setelah peneliti ada waktu dan tidak
terlibat dalam kegiatan subjek penelitian. Contoh : Penelitian tntang
Evakuasi Korban Tsunami di Rajegwesi, Jawa Timur.
• Jenis Teknik Observasi
a) Observasi Partisipan
Dalam hal ini observer terlibat langsung dan ikut serta dalam
kegiatan-kegiatan yang dilakukan subyek yang diamati. Pelaku peneliti
seolah-olah merupakan bagian dari mereka. Selama peneliti terlibat dalam
kegiatan-kegiatan yangdilakukan oleh subyek, ia harus tetap waspada
untuk tetap mengamati kemunculan tingkah laku tertentu.
b) Obsevasi nonpartisipan
Dalam hal ini peneliti berada di luar subyek yang diamati dan tidak ikut
dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Dengan demikian peneliti
akan lebih leluasa mengamati kemunculan tingkah laku tersebut.
c) Observasi Sistematik ( Observasi Berkerangka )
Peneliti telah membuat kerangka nyang memuat faktor-faktor yang telah diatur terlebih dahulu.
Kelemahan Observasi
1. Banyak kejadian-kejadian yang tidak dapat dicapai dengan observasi
langsung seperti misalnya kehidupan pribadi seseorang yang sangat
rahasia.
2. Mengetahui jika diselidiki, para observe mungkin juga untuk
maksud-maksud tertentu dengan sengaja menimbulkan kesan yang
menyenamgkan atau sebaliknya pada observer.
3. Timbulnya suatu kejadian tidak selalu dapat diramalkan sehingga observer dapat hadir untuk mengobservasi kejadian itu.
4. Tugas observasi menjadi terganggu pada waktu-waktu ada
peristiwa-peristiwa yang tidak terduga-duga, seperti misalnya keadaan
cuaca.
5. Terbatasi oleh lamanya kelangsungan kejadian yang bersangkutan.
Kebaikan Observasi
1. Merupakan alat yang langsung untuk menyelidiki bermacam-macam gejala.
2. Untuk subjek yang diselidiki observasi ini lebih sedikit tuntutannya.
3. Memngkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya sesuatu gejala.
4. Tidak bergantung kepada self-report.
5. Banyak kejadian-kejadian penting tidak dapat diperoleh dengan
pengamatan langsung. Apa yang terjadi tiap-tiap hari mungkin dipandang
sangat remeh untuk dikemukakan dalam interview atau kuesioner oleh
rakyat yang bersangkutan.
Teknik ini banyak digunakan, baik dalam penelitian sejarah (historis),
antropologi, deskriptif, ataupun eksperimental, karena dengan pengamatan
memungkinkan gejala-gejala penelitian dapat diamati dari dekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar